Kemacetan di Simpang 4 Argopuro Mulai Terurai, Komisi C DPRD Kabupaten Jember Sebut Berpotensi Dipermanenkan

Kemacetan di Simpang 4 Argopuro Mulai Terurai, Komisi C DPRD Kabupaten Jember Sebut Berpotensi Dipermanenkan

DPRD Kabupaten Jember – Pasca penutupan simpang 4 Argopuro pada akhir bulan Juni lalu, hingga kini arus lalu lintas terlihat lancar. Hal ini memungkinkan bila adanya langkah permanen di simpang 4 Argopuro tersebut, dan belum menerima keluhan apapun.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Jember David Handoko Seto menilai, penutupan simpang 4 perumahan Argopuro yang dilakukan Dinas Perhubungan  sangat efektif untuk mengurai kemacetan. David mengatakan setelah dilakukan penutupan sejak pekan lalu, jelas terlihat ada dampaknya positif yang terjadi, khususnya bagi pengendara.

“Ya terbukti di perempatan argopuro itu sekarang tidak lagi macet, kendaraan yang melintas sangat lancar,” ujar David, Senin, 14 Juli 2025. Ia menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Dishub dan Satlantas Polres Jember untuk terus melakukan pemantauan di lapangan.

“Saya pantau di CCTV milik Dishub yang terpasang di lokasi, kendaraan yang dari arah perumahan Argopuro itu faktanya memang sedikit. Menurut saya keputusan itu sangatlah tepat,” ungkap politis Nasdem itu. Berdasarkan data di lapangan itu, David menegaskan bahwa penutupan yang hanya satu bulan bisa ditambah. “Rencana awal kan satu bulan saja. Tapi melihat fakta banyak masyarakat justru senang karena lalu lintas lancar. Kalau bisa ditambah lagi saja dua atau tiga bulan,” jelasnya.

“Jika di tiga bulan itu tetap berdampak baik bagi masyarakat tidak menutup kemungkinan bisa dipermanenkan,” imbuhnya. Disinggung soal pihak perumahan yang menyatakan keberatan soal penutupan tersebut, David menegaskan tidak mempermasalahkan hal tersebut. “Ya silahkan saja mereka kan juga punya hak untuk berbicara.

“Tapi niat komisi C, Dishub dan Satlantas untuk kepentingan masyarakat banyak agar lalu lintas lancar bukan untuk kepentingan kelompok yang jumlahnya lebih kecil,” pungkasnya. Ia menambahkan, jika hasil evaluasinya dari Dinas Perhubungan berjalan dengan baik maka ini menjadi langkah bagus untuk dipermanenkan. “Kita ini mencari solusi terbaik dari adanya persoalan kemacetan, apalagi saat ini sudah mulai masuk sekolah,” tutupnya.***