Fraksi Partai NasDem DPRD Jember Minta Eksekutif Agar Honorer Non Data Base Tak Jadi Pengangguran
Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Jember Minta Eksekutif Agar Honorer Non Data Base Tak Jadi Pengangguran

DPRD Kabupaten Jember – Ribuan tenaga honorer non-Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Jember yang tidak masuk database Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendapat perhatian serius dari Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Jember. Sebab hingga hari ini, belum ada jalan keluar terkait dengan masa depan mereka, bahkan mulai bulan depan terancam jadi pengangguran. Karena itu, Fraksi Partai NasDem meminta Bupati Jember dan jajarannya agar segera menentukan formasi kebutuhan riil Pemerintah Kabupaten Jember terhadap tenaga honorer non ASN, sehingga mereka bisa dikaryakan kembali melalui mekanisme penyedia jasa kepegawaian.
“Sehingga ini menjadi solusi bagi Pemkab Jember dan seluruh karyawan honorer yang jumlahnya ribuan, tentunya tetap harus menyesuaikan regulasi yang berlaku, dan itu butuh kebijakan yang tepat,” ucap juru bicara Fraksi Partai NasDem, David Handoko Seto, S.H. saat menyampaikan pandangan akhir fraksinya terhadap Raperda RPJMD tahun 2025-2029 di gedung DPRD Kabupaten Jember, Sabtu (4/7/2025) malam. Dalam kesempatan itu, David juga mengungkapkan bahwa uji coba penutupan simpang empat Argopuro sudah melalui kajian dan sosialisasi oleh Dinas Perhubungan dan stakeholder terkait bersama Komisi C DPRD Kabupaten Jember. Tujuannya adalah untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jalan Gajahmada.
Untuk tujuan serupa, bisa jadi di waktu yang akan datang, penutupan simpang tiga transmart menjadi persimpangan tanpa sinyal alias tanpa lampu traffic light. “Kita bersama-sama akan melihat sejauh mana efektifitas kemacetan lalu lintas. Tentunya kami meminta kepada Dinas Perhubungan juga menyiapkan langkah-langkah antisipasi bilamana di tengah uji coba terdapat hal-hal yang harus disesuaikan,” urainya. David juga menyoroti rencana penutupan akses jalan Nasional di Gumitir mengingat banyaknya dampak yang ditimbulkan baik secara ekonomi, pendidikan, pertanian, perkebunan, maupun perdagangan.
Kata David, pihaknya paham bahwa pembangunan Infrastruktur jalan di Gumitir mutlak harus dilakukan agar nanti lalu lintas semakin lancar. Namun di sisi lain, David mengaku banyak menerima keluhan terkait dengan rencana penutupan akses jalan tersebut. Karena itu, ia meminta Bupati Jember untuk segera mengundang Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan semua leading sektor terkait untuk menanggapi rencana penutupan akses jalan nasional tersebut guna mencari win-win solution. “Fraksi Nasdem juga meminta agar harus ada win-win solution untuk mengurangi dampak seperti kami sebutkan di atas,” jelasnya.


A WordPress Commenter says: