3 Hari JFC Telan APBD 1,95 Miliar, Ini Harapan Komisi B Kab. DPRD Jember

3 Hari JFC Telan APBD 1,95 Miliar, Ini Harapan Komisi B Kab. DPRD Jember

DPRD JEMBER – Gebyar Jember Fashion Carnaval (JFC) Tahun 2025, telah usai. Selama 3 hari pelaksanaan event itu, Pemkab Jember mengucurkan dana sebesar Rp1,95 Miliar. Dana tersebut berasal dari APBD tahun anggaran 2025.

Menurut Ketua Komisi B DPRD Kab. Jember Candra Ary Fianto, semula JFC ‘hanya’ dianggarkan Rp1,5 Miliar, namun karena ada ‘keluhan’ tentang banyaknya tamu di luar negeri untuk menonton JFC sehingga anggaran sebesar itu tidak cukup,  maka Komisi B menyetujui penambahan anggaran sebesar Rp450 juta sehingga total anggaran untuk JFC dari APBD 2025 sebesar Rp1,95 Miliar. “Saat acara tahun lalu banyak tamu undangan tidak mendapatkan tempat menginap serta konsumsi yang layak,” ujar Candra.

Candra mengutip pernyataan Panitia JFC bahwa dukungan anggaran dari APBD Kab. Jember itu masih belum cukup untuk perhelatan event sebesar JFC. Karena itu, lanjutnya, panitia masih mencari upaya lain untuk menutupi kekurangan anggaran JFC, di antaranya melalui penjualan tiket masuk.

Kendati demikian, Komisi B mengaku akan terus melalukan pengawasan terkait dengan penggunaan dana APBD sebesar Rp1,95 Miliar tersebut.  “Kami masih akan menyelidiki, karena JFC menggunakan anggaran dari APBD, maka Komisi B DPRD Kabupaten Jember akan terus melakukan pengawasan, agar penggunaan anggaran APBD Kabupaten Jember sesuai dengan peruntukannya,” tegasnya.

Namun Candra menyatakan bersyukur karena JFC membawa dampak yang cukup signifikan bagi perputaran ekonomi masyarakat. Ia lalu mengutip hasil penelitian salah satu media nasional bahwa selama pra JFC sampai pelaksanaan JFC ada perputaran ekonomi yang berkisar kurang lebih Rp85 Miliar. “Dengan anggaran yang 1,95 Miliar itu, sebenarnya membawa dampak yang luar biasa bagi Kabupaten Jember,” ungkap Candra.

Katanya, JFC banyak sekali memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Jember, mulai dari UMKM, perorangan, transportasi, jasa, hingga perhotelan. “Jadi JFC itu dapat menggerakkan ekonomi warga dari berbagai sisi,” ujarnya.

Ke depan, Candra menginginkan agar pelaksanaan JFC bisa mandiri, dalam arti tidak lagi membebani APBD. Sebab, masih cukup banyak warga Jember yang membutuhkan APBD. Selain itu elemen-elemen kebudayaan lain juga banyak yang membutuhkan dana. “Semoga JFC kedepan bisa mandiri dan lebih baik,” pintanya.

Candra yakin bahwa manajemen JFC mampu menyelenggarakan kegiatannya secara mandiri, apalagi JFC sudah cukup terkenal, sehingga banyak sponsor yang melirik. “Saya yakin manajemen JFC bisa mandiri,” pungkasnya.