Warga Ledokombo Titip Aspirasi Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan kepada Intan Permatasari
Warga Ledokombo Titip Aspirasi Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan kepada Intan Permatasari

DPRD JEMBER – Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Intan Permatasari, menegaskan bahwa forum reses merupakan ruang strategis untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, semakin banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat, semakin besar pula peluang pemerintah untuk mengetahui berbagai persoalan yang perlu segera dibenahi.
Hal tersebut diungkapkan Intan saat menggelar Reses Masa Persidangan II DPRD Jember Tahun 2026 di Desa Sumberbulus, Kecamatan Ledokombo, Rabu (15 Juli 2026). Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, dan warga tersebut berlangsung penuh antusias. Berbagai usulan disampaikan masyarakat, mulai dari sektor kesehatan, infrastruktur, pendidikan, hingga fasilitas publik.
Anggota Komisi D DPRD Jember itu mengatakan, semakin banyak aspirasi masyarakat yang disampaikan warga, semakin bagus karena semakin banyak kekurangan yang diperbaiki, dan semakin banyak kebutuhan yang dipenuhi.
Menurut Intan, dirinya selaku wakil rakyat memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah daerah. Setiap aspirasi yang diterima akan dihimpun, disampaikan kepada pihak eksekutif selaku kuasa pengguna anggaran, kemudian diperjuangkan agar memperoleh perhatian dalam proses perencanaan pembangunan. “Soal diakomodasi atau tidak, itu soal nanti. Tapi yang wajib saya lakukan adalah berusaha seoptimal mungkin agar usulan-usulan warga diterima dan direalisasikan,” jelasnya.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak dan telah lama menjadi harapan masyarakat. Aspirasi yang muncul mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus kesejahteraan masyarakat.
Sejumlah usulan yang disampaikan warga dalam reses tersebut, di antaranya sebagai berikut.
Pertama, peningkatan layanan Rumah Sakit Ajung, khususnya penambahan tenaga dokter demi mengoptimalkan pelayanan medis. Warga berharap ketersediaan dokter dapat ditingkatkan agar pelayanan kesehatan menjadi lebih cepat, maksimal, dan mudah diakses masyarakat.
Kedua, perbaikan Jembatan Sukowiryo. Jembatan tersebut mengalami kerusakan dan dinilai mendesak untuk segera diperbaiki demi menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil pertanian.
Ketiga, pengadaan lapangan sebagai fasilitas olahraga sekaligus ruang publik. Menurut warga, Desa Sukowiryo hampir tidak memiliki ruang terbuka yang memadai sebagai sarana olahraga, kegiatan sosial, maupun aktivitas kepemudaan.
Keempat, pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Sumberpakem hingga Sumberjambe. Minimnya penerangan jalan dinilai mengurangi kenyamanan pengguna jalan pada malam hari dan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan maupun gangguan keamanan.
Kelima, pavingisasi jalan menuju Pondok Pesantren Nurul Ali. Saat musim hujan, akses menuju pondok pesantren tersebut selalu becek dan tergenang air sehingga mengganggu aktivitas para santri, pengajar, maupun masyarakat sekitar.
Keenam, penambahan kuota beasiswa, khususnya bagi santri serta pelajar berprestasi dan kurang mampu. Warga berharap kesempatan memperoleh bantuan pendidikan semakin luas sehingga tidak ada anak yang terhambat melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Intan menegaskan seluruh aspirasi akan menjadi perhatian serius dan akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD maupun Pemerintah Kabupaten Jember. “Semua aspirasi, terutama akses jalan pendidikan di Pesantren Nurul Ali dan fasilitas kesehatan di RS Ajung, akan kami kawal ketat agar masuk dalam program prioritas Pemkab Jember,” pungkas Intan.
Related Posts
- No comments have been published yet.


