Setelah UHC, Bupati Jember Sediakan Layanan Home Care
Setelah UHC, Bupati Jember Sediakan Layanan Home Care

DPRD Jember – Setelah program Universal Health Coverage (UHC) berjalan, kini Pemerintah Kabupaten Jember bersiap-siap membuat program layanan kesehatan baru, yaitu home care (perawatan di rumah).
Menurut Bupati Jember Muhammad Fawait, home care adalah salah satu pengembangan dari UHC yang dimaksudkan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang susah menjangkau fasilitas kesehatan terdekat.
“Salah satu pengembangan dari universal health coverage adalah pelayanan home care bagi masyarakat yang mengidap penyakit kronis hingga disabilitas,” ujarnya saat Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jember dengan agenda Penyampaian Nota Pengantar Raperda APBD Tahun Anggarn 2026 di gedung DPRD Jember, Senin (10/11/2025).
Gus Bupati, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa layanan home akan dilaksanakan pada 1 Januari 2026. Katanya, dalam layanan home care, Pemkab Jember menyiapkan kendaraan khusus, tenaga kesehatan dan alat komunikasi sehingga masyarakat yang tidak bisa ke rumah sakit atau faskes bisa berkomunikasi dengan dokter melalui handphone untuk berkonsultasi.
“Dan nantinya tim nakes (tenaga kesehatan) akan mendatangi rumah pasien,” jelasnya.
Gus Bupati berharap bahwa dengan layanan home care, masyarakat akan tertangani semua jika mempunyai masalah kesehatan. Sebab, selain ada program UHC, layanan home care juga hadir untuk melayani kesehatan langsung di rumah pasien.
“Dengan demikian, tidak ada lagi warga yang terpinggirkan dari aspek pelayanan medis hanya karena kendala finansial,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Bupati juga menuturkan, sampai dengan tanggal 1 Oktober 2025 total peserta UHC Jember mencapai 2.592.381 orang atau 98,74 persen dari total penduduk.
“Ke depan Pemkab Jember menargetkan 100 persen cakupan UHC agar seluruh penduduk tanpa terkecuali mendapatkan perlindungan kesehatan,” ucapnya.
Katanya, keberhasilan Jember dalam mendekati cakupan penuh UHC mencerminkan keberhasilan kebijakan pemerintah daerah dalam menempatkan kesehatan sebagai prioritas pembangunan.
Alokasi anggaran yang besar, sinergi dengan BPJS kesehatan serta melibatkan tokoh masyarakat kombinasi strategi yang efektif dalam memperluas jangkauan layanan,” ujarnya.
Gus Bupati menambahkan, program UHC diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan tapi juga berdampak pada perbaikan indeks pembangunan manusia (IPM), menurunkan angka kemiskinan akibat beban biaya kesehatan serta memperkuat ketahanan sosial masyarakat Jember secara keseluruhan.
“Dengan langkah progresif tersebut, Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah di Indonesia yang mewujudkan kesehatan menyeluruh bagi semua warganya,” pungkasnya.
Related Posts
- No comments have been published yet.

