Reses Bernuansa Religi, Alfian Andri Wijaya Serap Aspirasi Warga di Masjid Baitul Ghufron Ajung Jember
Reses Bernuansa Religi, Alfian Andri Wijaya Serap Aspirasi Warga di Masjid Baitul Ghufron Ajung Jember

DPRD JEMBER – Biasanya reses digelar di gedung atau halaman rumah yang dipasangi tenda, tapi resesyang satu ini dihelat di masjid. Itulah yang dilakukan anggota Fraksi Gerindra DPRD Jember, Alfian Andri Wijaya, SH., M.Kn.
Alfian menggelar reses Masa Persidangan II DPRD Jember tahun 2026 di Masjid Baitul Ghufron, Jalan Semeru, Dusun Krasak, Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung, Sabtu, 18 Juli 2026.
Bukan sekadar reses tapi juga diisi dengan pengajian dengan menghadirkan seorang muballigh.
Menurut Alfian, konsep tersebut sengaja dirancang agar kegiatan reses tidak hanya bersifat formal, tetapi juga memberikan nilai spiritual bagi masyarakat yang hadir.
“Saya ingin terus hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung agar dapat memperjuangkan aspirasi mereka,” ujar Alfian.
Dalam kesempatan itu, Alfian menjelaskan tentang tiga fungsi utama DPRD sebagai lembaga legislatif. Ia menyampaikan bahwa tugas wakil rakyat tidak hanya berkaitan dengan penyampaian aspirasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Tiga fungsi tersebut, pertama adalah fungsi penganggaran, yakni peran DPRD dalam membahas dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kedua, fungsi pembentukan peraturan daerah sebagai dasar hukum dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Ketiga, fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
“Setelah anggaran disusun dan peraturan dibuat, wakil rakyat yang mengawasi kinerja bupati agar program berjalan baik,” jelasnya.
Alfian juga menegaskan adanya perbedaan kewenangan antara lembaga eksekutif dan legislatif. Menurutnya, pemerintah daerah melalui kepala daerah memiliki peran dalam menjalankan program, sementara DPRD memastikan seluruh kebijakan berjalan sesuai aturan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
“Yang turun langsung membagikan dan menjalankan program adalah bupati di tingkat kabupaten atau gubernur di provinsi. Sementara DPRD memastikan semua berjalan transparan dan akuntabel demi kepentingan masyarakat.”
Suasana reses berlangsung hangat dan penuh keakraban. Warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk sejumlah peserta yang hadir dengan menggunakan kursi roda.
Panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas bagi peserta, termasuk pembagian kotak bingkisan konsumsi. Para ibu-ibu yang hadir dengan mengenakan seragam bernuansa kuning dan merah muda terlihat duduk lesehan di atas tikar maupun di kursi yang telah disediakan.
Menariknya, kegiatan reses kali ini juga menghadirkan program undian berhadiah bagi peserta. Sejumlah hadiah menarik seperti mesin cuci, sepeda gunung, dan berbagai hadiah lainnya telah disiapkan panitia.
Setiap peserta cukup memasukkan kupon undian yang dibagikan secara gratis ke dalam kotak yang telah disediakan. Momen pengundian pun menambah semarak suasana, menjadikan reses tidak hanya sebagai forum politik dan penyerapan aspirasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi yang penuh kebersamaan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Related Posts
- No comments have been published yet.


