Reses Ahmad Rusdan Dibanjiri Keluhan Warga, dari Insentif Marbot hingga Beasiswa Mahasiswa Online

Reses Ahmad Rusdan Dibanjiri Keluhan Warga, dari Insentif Marbot hingga Beasiswa Mahasiswa Online

DPRD JEMBER – Reses yang digelar Ahmad Rusdan S.TP di Dusun Krajan, Desa Mangaran, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, Jumat, 17 Juli 2026, menjadi ajang keluhan warga terkait banyak hal, mulai dari beasiswa hingga insentif untuk marbot masjid.

Forum serap aspirasi tersebut berlangsung dinamis. Warga memanfaatkan kesempatan bertemu langsung dengan wakil rakyat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, baik yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, pendidikan, maupun bantuan keagamaan. Beragam aspirasi yang disampaikan menjadi catatan penting bagi anggota DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah.

Salah seorang peserta reses mempertanyakan realisasi insentif untuk marbot dan bantuan pembangunan masjid. Ia mengaku telah mengajukan permohonan bantuan pembangunan masjid sejak tahun 2025. Namun hingga kini, belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut maupun realisasi bantuan tersebut.

Selain itu, peserta lain mempertanyakan peluang beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan secara daring (online). Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti perkuliahan secara online juga memiliki kebutuhan pendidikan yang sama sehingga diharapkan memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses program beasiswa dari pemerintah.

Keluhan lain yang mengemuka dalam reses adalah masih ditemukannya praktik jual beli Lembar Kegiatan Sekolah (LKS) serta penjualan seragam sekolah kepada siswa. Padahal, menurut warga, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sehingga mereka berharap tidak ada lagi pungutan yang membebani orang tua siswa.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ahmad Rusdan menjelaskan bahwa secara umum insentif untuk guru ngaji, mudin, dan marbot masjid sudah dicairkan beberapa bulan lalu. Namun demikian, apabila masih terdapat marbot yang belum menerima haknya, ia berjanji akan menelusuri penyebabnya dengan berkoordinasi langsung bersama Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Jember.

“Bantuan untuk Masjid, mungkin masih belum cair, bukan tidak cair. Ini kan masih tahun berjalan,” jelasnya.

Sedangkan terkait dengan beasiswa bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan secara daring, menurut Rusdan, kesempatan untuk mendapatkan beasiswa masih terbuka, terutama bagi mereka yang memiliki prestasi di berbagai bidang seperti tahfiz Al-Qur’an, akademik, olahraga, matematika, dan bidang prestasi lainnya.

“Anak-anak Jember harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang lebih baik. Kami akan terus mengawal program beasiswa baik melalui jalur prestasi maupun jalur keluarga kurang mampu,” ujar Ahmad Rusdan.

Anggota Fraksi PKS DPRD Jember itu menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan merupakan salah satu investasi penting bagi masa depan daerah. Karena itu, pemerintah daerah bersama DPRD harus memastikan setiap anak memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi maupun sistem pembelajaran yang ditempuh.

Terkait dengan jual beli LKS, penjualan seragam sekolah, dan pungutan lainnya, Rusdan meminta masyarakat agar mencatat dan melaporkan identitas sekolah yang dimaksud agar dapat ditelusuri dan dipastikan kesesuaiannya dengan aturan yang berlaku. Menurutnya, laporan yang disertai data yang jelas akan memudahkan proses verifikasi sehingga langkah tindak lanjut dapat dilakukan secara tepat.

“Kita cek ketentuannya bagaimana, kalau memang ada pelanggaran pasti kami tindak lanjuti,” pungkasnya.