Jember Kota Drumband, DPRD Dukung Satpol PP Bentuk Korp Musik
Jember Kota Drumband, DPRD Dukung Satpol PP Bentuk Korp Musik

DPRD JEMBER – Anggota Komisi A DPRD Jember,Hj. Suharyatik, memberikan dukungan terhadap rencana Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jember membentuk korp musik sebagai bagian dari instansi tersebut. Dukungan itu disampaikannya saat Komisi A DPRD Jember menggelar Rapat Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD 2027 bersama Satpol PP Kabupaten Jember di ruang Komisi A DPRD Jember, Rabu (26 Agustus 2026).
Menurut Suharyatik, rencana tersebut memiliki relevansi dengan citra Jember yang dalam beberapa tahun terakhir semakin dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki tradisi kuat dalam pengembangan seni drumband dan marching band.
Ia menilai, geliat drumband di Jember tidak hanya terlihat dari banyaknya kegiatan dan kompetisi yang digelar, tetapi juga dari capaian kelompok-kelompok drumband asal Jember yang mampu berbicara di tingkat nasional hingga internasional. Jember bahkan kerap menjadi tuan rumah berbagai lomba drumband berskala nasional dan internasional.
Salah satu kelompok yang turut mengharumkan nama Jember adalah Jember Marching Band (JMB) yang dalam sejumlah kesempatan mampu menorehkan prestasi di level internasional.
Karena itu, menurut Suharyatik, apabila Pemkab Jember melalui Satpol PP ingin memiliki korp musik sendiri, langkah tersebut layak mendapatkan dukungan. Selain memperkuat kebutuhan internal pemerintah daerah dalam berbagai kegiatan seremonial, keberadaan korp musik juga dinilai dapat menjadi ruang pengembangan bakat dan potensi seni musik di Jember.
“Kalau Pemkab Jember (Satpol PP) juga ingin memiliki sendiri grup drumband, juga bagus, perlu kita dukung” ujarnya.
Politisi Gerindra itu bahkan membuka peluang agar kebutuhan anggaran untuk pelatihan dan berbagai persiapan pembentukan korp musik turut mendapatkan perhatian. Menurutnya, pembentukan sebuah korp musik tidak cukup hanya dengan menyediakan peralatan, tetapi juga membutuhkan proses pembinaan dan pelatihan agar personel mampu tampil secara profesional.
“Itu nanti ‘kan pelatihan perlu biaya juga ya, apa masuk ke anggaran itu (Rp1,8 miliar), belum ya. Mungkin nanti bisa kita rekomendasikan ke pimpinan soal anggarannya,” jelasnya.
Sebelumnya, di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Kabupaten Jember, Bambang Rudi, mengungkapkan bahwa pada 2027 pihaknya mendapatkan tugas dari Bupati Jember Muhammad Fawait untuk membentuk korp musik di lingkungan Satpol PP.
Menurut Rudi, gagasan tersebut tidak sepenuhnya baru. Selama ini, fungsi korp musik untuk mendukung berbagai kegiatan seremonial di lingkungan Pemkab Jember sudah dijalankan oleh personel Pemadam Kebakaran (Damkar).
“Dulu awalnya dari PMK (Damkar), itu untuk mengiringi upacara, peringatan hari-hari besar, dan sebagainya, dan bahkan itu sering kali diminta tampil di HUT TNI, Adiyaksa, dan lagin-lainnya. Jadi lintas sektor, Forkopimda dan lain-lainnya,” urai Rudi.
Ia menjelaskan, Bupati Jember memahami bahwa personel korp musik yang selama ini dimiliki Damkar sebagian besar sudah berusia lanjut. Kondisi tersebut membuat regenerasi personel menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Di sisi lain, sejumlah peralatan yang digunakan juga dinilai sudah tidak lagi memadai untuk menunjang kebutuhan penampilan.
Atas pertimbangan tersebut, Pemkab Jember kemudian mendorong pembentukan korp musik baru di bawah Satpol PP. Rudi mengatakan, Bidang Linmas-SDA telah melakukan perhitungan kebutuhan, terutama terkait pengadaan peralatan yang diperlukan untuk membangun korp musik tersebut.
“Akhirnya kemarin dari Bidang Linmas-SDA membuat perhitungan kebutuhan untuk peralatan korp musik itu. Ini sudah sinergi dengan JMB-nya Pak Tri Basuki, akhirnya ditemukan angka sekitar Rp1,8 miliar,” urainya.
Related Posts
- No comments have been published yet.


