Irigasi Rampung, Sawah 20 Hektare di Jenggawah Jember Berpotensi Panen Tiga Kali Setahun

Irigasi Rampung, Sawah 20 Hektare di Jenggawah Jember Berpotensi Panen Tiga Kali Setahun

DPRD JEMBER – Permasalahan kekurangan air yang selama bertahun-tahun membatasi produktivitas lahan pertanian di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, mulai menemukan solusi.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menuntaskan pembangunan infrastruktur irigasi yang diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto, mengatakan pembangunan jaringan irigasi tersebut menjadi salah satu langkah nyata pemerintah daerah dalam mengoptimalkan lahan pertanian yang selama ini terkendala pasokan air.

Pernyataan itu disampaikan David setelah mengikuti kunjungan kerja bersama Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait. Menurutnya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember telah menyelesaikan program optimalisasi lahan pertanian seluas sekitar 20 hektare di Desa Wonojati.

David menjelaskan, sebelum proyek irigasi direalisasikan, hamparan sawah tersebut hanya mampu ditanami padi satu kali dalam setahun. Kondisi itu terjadi karena debit air yang mengalir ke area persawahan tidak mampu memenuhi kebutuhan para petani.

“Sawah 20 hektar itu awalnya di tahun sebelumnya hanya bisa ditanami sekali setahun karena memang kecukupan airnya tidak sampai di sawah-sawah tersebut,” kata David, Selasa (14/7/2026).

Ia menerangkan, salah satu penyebab utama minimnya pasokan air adalah kondisi jaringan irigasi lama yang tidak berfungsi optimal. Sebagian aliran air bocor dan meresap ke dalam tanah sebelum mencapai lahan pertanian sehingga distribusinya tidak maksimal.

Kini, lanjut David, pembangunan infrastruktur irigasi telah selesai dikerjakan. Dengan jaringan yang lebih baik, suplai air menuju area persawahan diharapkan mengalir lebih lancar dan merata sehingga seluruh lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Hari ini dengan adanya pembangunan infrastruktur irigasi yang menaungi hamparan 20 hektar tersebut, insyaallah ke depan setelah ini infrastruktur jadi, maka optimalisasi lahan akan bisa didapat,” ujarnya.

Menurut David, tersedianya pasokan air yang memadai akan berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Petani tidak lagi bergantung pada musim hujan sehingga memiliki peluang untuk memperbanyak masa tanam dan panen setiap tahun.

Ia memperkirakan, lahan pertanian seluas 20 hektare tersebut nantinya mampu ditanami padi hingga dua sampai tiga kali dalam setahun, meningkat dibandingkan kondisi sebelumnya yang hanya satu kali musim tanam.

“Sehingga 20 hektar sawah ini nantinya akan bisa ditanami 2 sampai 3 kali setahun,” tambahnya.

David menilai pembangunan irigasi tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian dan mendukung program ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, peningkatan produktivitas lahan akan memberikan manfaat bagi petani sekaligus memperkuat kontribusi Kabupaten Jember sebagai salah satu daerah penyangga produksi pangan di Jawa Timur

Ia berharap keberadaan jaringan irigasi yang baru dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani sehingga hasil produksi pertanian terus meningkat dan mampu mendukung kesejahteraan masyarakat di wilayah Kecamatan Jenggawah.***