Intan Puji Program UHC Jember, dan Berkomitmen Bantu Warga yang Sulit Dapat Layanan UHC
Intan Puji Program UHC Jember, dan Berkomitmen Bantu Warga yang Sulit Dapat Layanan UHC

DPRD Jember – Anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Jember, Intan Permatasari menyampaikan komitmennya untuk terus membantu masyarakat, khususnya yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Hal tersebut ia sampaikan saat menggelar Reses Masa Sidang Ke-III Tahun 2025 di Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Jember Jawa Timur, Kamis (4/12/2025).
Menurut Intan, saat ini Pemerintah Kabupaten Jember sudah menerapkan layanan Universal Health Coverage (UHC). Yaitu sebuah program yang menjamin kemudahan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat di seluruh pelosok Jember. Karena itu, tidak boleh ada warga yang tidak terlayani ketika butuh pengobatan baik di puskesmas maupun rumah sakit.
“Saya sampaikan, kalau pengurusan dipersulit untuk berobat di rumah sakit maupun di puskesmas, HP saya 24 jam selalu aktif, akan kami bantu,” tegas Intan nya di hadapan warga yang hadir.
Kata Intan, UHC memang dibuat untuk memberikan pelayanan kesehatan tidak hanya mudah tapi juga gratis. Oleh karena itu, ia berharap agar layanan di semua lini, benar-benar mudah dan gratis pula.
“Jangan-jangan hanya yang dekat dengan kekuasaan, yang mudah, tapi di tempat lain yang jauh dari kota, layanan UHC sulit. Kami tidak berharap seperti itu,” harapnya.
Selain UHC, Intan juga mengangkat isu mengenai penyaluran bantuan sosial yang sering dikeluhkan masyarakat karena dinilai belum tepat sasaran. Ia menyampaikan komitmennya untuk mengawal proses verifikasi mulai dari tingkat desa hingga Dinas Sosial agar masyarakat yang layak mendapatkan bantuan benar-benar masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau istilah sekarang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Menurut keterangan dari Dinsos, nantinya akan ada evaluasi data penerima bantuan. Ini penting agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Intan juga memaparkan rencana lanjutan program pembangunan di sektor pendidikan pada tahun 2026, khususnya perbaikan sejumlah sekolah yang belum terselesaikan. Ia berharap agar pembenahan infrastruktur pendidikan dapat berjalan merata sehingga mampu memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Jember.
“Itu penting karena merupakan syarat berjalannya pendidikan,” tukasnya.
Kegiatan reses tersebut disambut antusias warga, dan benar-benar dimanfaatkan sebagai forum penyampaian aspirasi kepada wakilnya, Intan.
Di antara peserta, tidak sedikit yang menyampaikan aspirasi terkait layanan kesehatan, bantuan sosial, perbaikan fasilitas umum, hingga kebutuhan pembangunan desa.
Kata Intan, seluruh aspirasi yang muncul akan dibawa dalam forum pembahasan di DPRD Jember sebagai dasar penguatan kebijakan daerah.
“Semoga aspirasi masyarakat yang terserap dapat terus kita kawal dan akomodasi oleh pemerintah,” pungkasnya.
Related Posts
- No comments have been published yet.

