DPRD Jember Soroti Jalan Rusak di Dusun Lengkong Jelbuk, Hanan Kukuh Ratmono Dorong Pemerataan Pembangunan
DPRD Jember Soroti Jalan Rusak di Dusun Lengkong Jelbuk, Hanan Kukuh Ratmono Dorong Pemerataan Pembangunan

DPRD JEMBER – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di Dusun Lengkong, Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk, yang hingga kini dinilai belum tersentuh pembangunan secara memadai.
Sorotan tersebut disampaikan Anggota DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, setelah meninjau langsung lokasi dalam agenda reses yang berlangsung pada Sabtu (18 Juli 2026).
Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai persoalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
“Hari ini alhamdulillah kami bisa bertemu langsung di lokasi dan melihat secara jelas kondisi akses jalan yang sulit,” ujar Hanan.
Ia menjelaskan, akses jalan di kawasan tersebut merupakan kebutuhan mendasar bagi warga karena menjadi jalur utama untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga mengakses layanan pendidikan.
Namun, kondisi geografis yang berada di wilayah paling ujung Kabupaten Jember membuat masyarakat menghadapi tantangan tersendiri.
Menurut Hanan, letak Dusun Lengkong yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bondowoso menyebabkan sebagian besar warga justru harus melewati wilayah Kecamatan Maesan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pokok.
“Kondisi jalannya memang sulit, karena lokasi ini bersebelahan dengan Kabupaten Bondowoso dan paling ujung. Kebanyakan mereka untuk memenuhi kebutuhan harus lewat Kecamatan Maesan,” katanya.
Menindaklanjuti aspirasi yang diterima selama reses, legislator dari Partai Gerindra tersebut memastikan seluruh masukan masyarakat akan dibawa ke DPRD Jember untuk dibahas bersama pemerintah daerah.
Langkah itu dilakukan agar pembangunan infrastruktur dapat lebih merata dan mampu menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini masih tertinggal.
“Kami akan bawa persoalan ini ke DPRD dan nantinya kami sampaikan ke OPD terkait agar bisa segera ditindaklanjuti, agar persoalan masyarakat ini bisa segera teratasi,” tegasnya.
Selain persoalan jalan, Hanan juga menerima keluhan warga mengenai kondisi jaringan irigasi pertanian yang dinilai sudah lama tidak mendapatkan perbaikan maupun revitalisasi. Padahal, mayoritas penduduk di wilayah tersebut menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
Ia menilai, keberadaan saluran irigasi yang layak menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas hasil panen. Kerusakan irigasi, lanjutnya, berpotensi menurunkan hasil produksi para petani sehingga perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Masyarakat di sini mayoritas petani, kalau saluran irigasinya rusak maka akan terpengaruh hasil panennya. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto sangat konsen terhadap sektor pertanian,” ungkap Hanan.
Tak hanya itu, Hanan turut menyoroti kondisi jembatan di kawasan tersebut yang dinilai terlalu sempit dan berisiko membahayakan pengguna jalan. Menurutnya, infrastruktur tersebut juga menjadi hambatan bagi pengembangan potensi wisata di wilayah setempat.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan maupun akses jalan menuju kawasan wisata agar mobilitas masyarakat semakin lancar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Di sini juga ada wisata dan jika akses ke sana saja tidak diperbaiki, maka sektor wisata kita tidak akan bisa berkembang. Terlebih ini hanya muat satu kendaraan saja dan jembatannya sangat sempit,” pungkasnya.***
Related Posts
- No comments have been published yet.

