Golkar Amanah Jember Soroti Kapasitas Tiga Rumah Sakit Daerah dalam RAPBD 2027

Golkar Amanah Jember Soroti Kapasitas Tiga Rumah Sakit Daerah dalam RAPBD 2027

 

 

DPRD JEMBER – Perluasan akses kesehatan melalui program Universal Health Coverage (UHC) perlu diimbangi peningkatan kapasitas rumah sakit daerah. Persoalan ini menjadi salah satu perhatian Fraksi Golkar Amanah DPRD Kabupaten Jember saat menelaah Nota Keuangan dan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027, 1 Oktober 2027.

 

Ketua Fraksi Golkar Amanah M. Holil Asyari menempatkan penguatan pelayanan kesehatan sebagai bagian penting dari anggaran yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan membuka akses pengobatan harus berjalan seiring dengan kesiapan fasilitas, tenaga medis, dan daya tampung rumah sakit.

 

Tiga rumah sakit milik pemerintah daerah, yakni RSD dr. Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat, dinilai memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan kesehatan warga. Ketiganya perlu diperkuat sesuai karakteristik pelayanan dan wilayah yang dijangkau.

 

RSD dr. Soebandi berperan sebagai rumah sakit rujukan daerah. Adapun RSD Balung melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di wilayah selatan Jember, sedangkan RSD Kalisat menopang pelayanan bagi warga wilayah timur dan sekitarnya.

 

Fraksi Golkar Amanah menilai peningkatan pemanfaatan fasilitas kesehatan pemerintah perlu diantisipasi melalui penambahan kapasitas layanan, perbaikan sarana dan prasarana, penguatan fasilitas penunjang, serta ketersediaan sumber daya manusia kesehatan. Apabila kajian teknis dan perencanaan jangka panjang menunjukkan kapasitas rumah sakit yang ada tidak lagi memadai, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan pengembangan kawasan pelayanan kesehatan baru atau relokasi rumah sakit.

 

Pandangan tersebut menjadi salah satu masukan dalam pembahasan RAPBD 2027 yang memiliki rencana pendapatan sekitar Rp4,521 triliun dan belanja sekitar Rp5,508 triliun. Fraksi Golkar Amanah mengapresiasi arah pembangunan pemerintah daerah yang mencakup pelayanan publik, pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi.

 

Selain kesehatan, pengelolaan sampah menjadi sektor yang mendapat perhatian. Fraksi Golkar Amanah menyambut langkah Pemerintah Kabupaten Jember mendorong pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi Waste-to-Energy. Program ini dipandang berpotensi membantu mengatasi persoalan persampahan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

 

Namun, pelaksanaannya perlu disertai tata kelola yang baik, edukasi masyarakat, dan pengawasan berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

 

Dalam penguatan ekonomi, fraksi tersebut mendorong APBD 2027 memberi ruang lebih besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perdagangan, pariwisata, serta penciptaan lapangan kerja. Pembangunan, dalam pandangan fraksi, tidak cukup diukur dari perubahan fisik, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan warga.

 

Holil juga menyoroti pentingnya ketepatan waktu pengadaan barang dan jasa pemerintah. Proses pengadaan diharapkan dimulai sejak awal tahun anggaran agar pelaksanaan kegiatan tidak menumpuk menjelang akhir tahun. Dengan waktu pengawasan dan evaluasi yang memadai, kualitas pekerjaan dapat lebih terjaga.

 

Fraksi Golkar Amanah menegaskan APBD harus menjadi instrumen yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Karena itu, pembahasan anggaran perlu mengedepankan efektivitas, keadilan, dan kualitas hasil pembangunan.

 

Fraksi Golkar Amanah menyatakan siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengawal RAPBD 2027 agar pelaksanaannya mendukung terwujudnya daerah yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera. []