Jenazah Pekerja Asal Jember yang Tertahan di Kalimantan Selatan Akhirnya Dipulangkan Berkat Saluran Bantuan DPRD
Jenazah Pekerja Asal Jember yang Tertahan di Kalimantan Selatan Akhirnya Dipulangkan Berkat Saluran Bantuan DPRD

DPRD JEMBER — Duka mendalam menyelimuti keluarga Muhammad Khoirul Anam (27), seorang warga Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, yang mengembuskan napas terakhirnya akibat insiden kecelakaan di kawasan Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Sempat terkendala biaya pemulangan rumah sakit, jenazah korban akhirnya berhasil dipulangkan ke kampung halaman berkat langkah tanggap dan mediasi cepat dari jajaran DPRD Jember pada Senin (3 Agustus 2026).
Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Jember, Agung Budiman, menuturkan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga terkait kesulitan finansial yang dialami keluarga almarhum untuk memboyong jenazah pulang ke Jember.
“Begitu mendapatkan pengaduan dari masyarakat mengenai warga kita yang wafat namun terkendala biaya kepulangan, kami langsung menjalin komunikasi intensif dengan Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan agar jenazah dapat segera diproses,” ungkap Agung Budiman saat memberikan keterangan, Selasa (4/8/2026).
Politisi Partai Golkar tersebut menjelaskan bahwa latar belakang ekonomi keluarga korban yang tergolong prasejahtera menjadi alasan utama mengapa pihak keluarga tidak sanggup menanggung biaya logistik pemulangan jenazah dari luar pulau.
Oleh karena itu, pihaknya berupaya sekuat tenaga agar almarhum bisa mendapatkan hak pemakaman yang layak di tanah kelahiran.
“Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu dan sangat membutuhkan uluran tangan, kami berikhtiar secara maksimal supaya jenazah almarhum bisa segera dikebumikan di Jember tercinta,” tambahnya.
Desak Pemkab Jember Sediakan Fasilitas Ambulans Khusus Warga Prasejahtera
Menyikapi insiden kemanusiaan tersebut, Agung secara khusus meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jember agar merumuskan kebijakan afirmatif guna mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
Ia berharap ada alokasi anggaran dan penyediaan armada khusus yang siap siaga untuk membantu warga kurang mampu yang mengalami musibah di perantauan.
“Kami mendesak pemerintah daerah untuk menghadirkan kebijakan perlindungan sosial, sehingga ke depannya tidak ada lagi warga prasejahtera yang tertimpa musibah di luar daerah namun kesulitan biaya untuk pulang ke Jember,” tegasnya.
Ia juga mengusulkan agar Pemerintah Kabupaten menyiapkan fasilitas kendaraan operasional atau ambulans siaga yang diprioritaskan bagi kepentingan darurat masyarakat miskin, sehingga penanganan musibah serupa dapat merespon secara cepat dan tepat tanpa terhalang birokrasi yang rumit.
Related Posts
- No comments have been published yet.


