Pemkab Jember Perlu Manfaatkan Peluang Hibah Mobil Damkar dari DKI Jakarta
Pemkab Jember Perlu Manfaatkan Peluang Hibah Mobil Damkar dari DKI Jakarta

Ketersediaan armada pemadam kebakaran yang memadai dinilai menjadi kebutuhan penting bagi Kabupaten Jember. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, peluang memperoleh bantuan hibah kendaraan operasional dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai perlu segera dimanfaatkan untuk memperkuat layanan penanggulangan kebakaran.
Anggota Badan Anggaran DPRD Jember, Wahyu Prayudi Nugroho, menyampaikan bahwa peluang tersebut mencuat setelah adanya informasi mengenai program hibah mobil pemadam kebakaran yang disiapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bagi pemerintah daerah.
Menurut Wahyu, peluang tersebut menjadi perhatian setelah Ketua Komisi A DPRD Jember melihat adanya kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah. Program hibah tersebut bukan kali pertama dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, karena sebelumnya bantuan serupa juga pernah diberikan kepada sejumlah pemerintah daerah.
Agar dapat mengikuti program tersebut, pemerintah daerah harus mengajukan proposal kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Di Kabupaten Jember, pengajuan itu berkaitan dengan organisasi perangkat daerah yang membawahi layanan pemadam kebakaran, yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Wahyu menilai langkah pengajuan proposal perlu segera dilakukan sebagai bentuk respons terhadap peluang yang tersedia. Menurutnya, proses administrasi tersebut menjadi syarat utama agar Kabupaten Jember dapat dipertimbangkan sebagai penerima bantuan hibah kendaraan pemadam kebakaran.
Usulan tersebut dinilai relevan dengan kondisi armada pemadam kebakaran yang saat ini dimiliki Kabupaten Jember. Wahyu menyebut jumlah kendaraan operasional masih terbatas, sementara sebagian armada juga diketahui kerap mengalami gangguan teknis yang memengaruhi kesiapan pelayanan di lapangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kendaraan pemadam kebakaran memiliki peran penting dalam memberikan respons cepat ketika terjadi keadaan darurat. Dengan jumlah armada yang lebih memadai dan kondisi kendaraan yang prima, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat berlangsung lebih optimal.
Menurut Wahyu, keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Jember menjadi alasan mengapa peluang bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lain perlu dimanfaatkan secara maksimal. Program hibah dinilai dapat menjadi solusi untuk memperkuat sarana dan prasarana tanpa harus sepenuhnya bergantung pada kemampuan fiskal daerah.
Selain mendorong pemanfaatan program hibah, Wahyu juga menilai kebutuhan pengadaan maupun rehabilitasi armada pemadam kebakaran tetap perlu menjadi perhatian dalam perencanaan anggaran daerah. Upaya tersebut penting agar pelayanan penanggulangan kebakaran dapat terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.
Terkait rencana penganggaran, Wahyu menjelaskan bahwa pembahasannya akan menunggu usulan dari Komisi A DPRD Jember. Selanjutnya, kebutuhan tersebut dapat dipertimbangkan dalam proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), baik pada perubahan anggaran maupun pada APBD tahun berikutnya sesuai hasil pembahasan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Menurut Wahyu, pembahasan mengenai kebutuhan armada pemadam kebakaran perlu dilakukan secara terukur agar pemerintah daerah dapat menentukan langkah terbaik, baik melalui pengadaan yang bersumber dari APBD maupun melalui pemanfaatan bantuan hibah dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dengan adanya peluang hibah tersebut, Kabupaten Jember dinilai memiliki kesempatan untuk memperkuat layanan pemadam kebakaran melalui penambahan armada operasional. Wahyu berharap pemerintah daerah dapat bergerak cepat menyiapkan seluruh persyaratan administrasi sehingga kesempatan memperoleh bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. []
Related Posts
- No comments have been published yet.


