Khitanan Massal Jadi Pilihan Reses Dhafir Syah, Ringankan Beban Warga Sekaligus Tegakkan Syariat

Khitanan Massal Jadi Pilihan Reses Dhafir Syah, Ringankan Beban Warga Sekaligus Tegakkan Syariat

Khitanan massal dipilih sebagai kegiatan Reses Masa Persidangan II DPRD Jember Tahun 2026 oleh H. Achmad Dhafir Syah S.Kep. di Kecamatan Silo, Ahad, 5 Juli 2026.

Khitanan massal dipilih untuk menjangkau masyarakat kurang mampu karena saat ini biaya khitan cukup mahal, berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per anak. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan utama agar anak-anak dari keluarga prasejahtera tetap dapat memperoleh layanan khitan yang aman, nyaman, dan berkualitas tanpa harus terbebani persoalan biaya.

“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan layanan khitan yang aman, sehat, sekaligus menjalankan syariat agama. Inilah bentuk kehadiran wakil rakyat yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dhafir.

Anggota Komisi D DPRD Jember itu juga menilai bahwa wakil rakyat memiliki peran yang sangat vital untuk selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan. Menurutnya, kehadiran anggota dewan tidak cukup diwujudkan melalui fungsi legislasi dan pengawasan semata, tetapi juga harus mampu memberikan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

Katanya, program bakti sosial seperti khitanan massal menjadi sarana mempererat silaturahmi dengan konstituen, menjaga kepercayaan publik, sekaligus mendengar secara langsung kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Melalui interaksi yang terbangun dalam kegiatan sosial semacam ini, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat diketahui secara lebih utuh sehingga dapat diperjuangkan dalam kebijakan maupun program pembangunan daerah.

Ke depan, khitanan massal gratis akan menjadi agenda rutin yang dilaksanakan dua kali setiap tahun, menyesuaikan dengan masa libur sekolah agar semakin banyak anak yang dapat merasakan manfaatnya.

“Nanti kita jadi agenda rutin dua kali setiap tahun,” ungkapnya.

Pemilihan Kecamatan Silo sebagai lokasi pelaksanaan khitanan massal bukan tanpa alasan. Selain memiliki jumlah penduduk yang besar, antusiasme masyarakat terhadap program khitanan massal juga sangat tinggi. Tingginya partisipasi warga menunjukkan bahwa program sosial semacam ini benar-benar dibutuhkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dhafir menegaskan bahwa kehadiran partai politik tidak boleh hanya dirasakan menjelang pesta demokrasi. PKS, menurutnya, ingin membangun tradisi pelayanan yang berkelanjutan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang menyentuh kebutuhan riil warga.

“Harapan kami, masyarakat semakin optimis bahwa partai politik, khususnya PKS, memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk terus membersamai rakyat, bukan hanya datang setiap lima tahun sekali. Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dirawat melalui kerja nyata,” terangnya.

Di akhir kegiatan, Dhafir mengajak para orang tua untuk terus memberikan edukasi kepada anak-anak mengenai pentingnya khitan sejak dini. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, khitan juga merupakan bagian dari anjuran syariat Islam yang memiliki nilai ibadah. Menurutnya, pemahaman yang baik sejak dini akan menumbuhkan kesadaran bahwa khitan bukan sekadar tradisi, melainkan juga ikhtiar menjaga kesehatan sekaligus menjalankan tuntunan agama.