“Saya Hampir Putus Asa”, Curahan Hati Warga Warnai Reses Siti Baidaus Sholeha di Kencong
“Saya Hampir Putus Asa”, Curahan Hati Warga Warnai Reses Siti Baidaus Sholeha di Kencong

DPRD JEMBER – Reses merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh setiap anggota DPRD, yang dimaksudkan sebagai ajang menyerap aspirasi masyarakat. Forum ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan konstituennya untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga kebutuhan pembangunan di lingkungan masing-masing. Namun, tidak jarang aspirasi yang disampaikan di forum reses berakhir tanpa kabar. Berbagai usulan yang telah disampaikan bertahun-tahun lamanya kerap tak kunjung terealisasi, sehingga memunculkan kekecewaan di tengah masyarakat.
Itulah yang dirasakan oleh H. Yunus saat menghadiri Reses Masa Persidangan II DPRD Jember Tahun 2026 yang digelar oleh Siti Baidaus Sholeha, S.Pd., M.Pd. di Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Kamis, 16 Juli 2026.
Di hadapan legislator asal PPP tersebut, H. Yunus menyampaikan unek-unek yang selama ini dipendam. Menurutnya, dirinya selalu menyempatkan diri hadir di kegiatan reses dan menyampaikan berbagai usulan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat lainnya. Namun, berbagai usulan tersebut tidak pernah membuahkan hasil yang nyata. Kondisi itu membuat dirinya mulai meragukan keseriusan para legislator dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah mereka tampung.
“Saya sampai merasa putus asa dan hampir berhenti berharap. Usulan itu sudah kami sampaikan sudah beberapa tahun lalu dan setiap ada acara reses begini saya sempatkan hadir untuk menyampaikan kembali. Tapi mengapa tidak kunjung ada realisai?,” ujar H. Yunus.
Keluhan senada juga disampaikan peserta reses lainnya, Husnurrido. Ia meminta agar setiap usulan yang telah disampaikan warga tidak berhenti sebatas catatan administrasi, tetapi benar-benar mendapat pengawalan hingga terealisasi. Menurutnya, selain menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, realisasi usulan juga akan menjadi tolok ukur komitmen sekaligus kredibilitas anggota dewan di mata konstituennya.
“Mohon usulan itu dikawal karena masyarakat kami sangat membutuhkan peningkatan jalan itu. Selama ini jalan tanah yang ada ditempat kami menjadi masalah terutama jika musim hujan,” ujar warga Desa Wringingaung itu.
Menanggapi berbagai usulan sekaligus kritik yang disampaikan warga dalam forum reses tersebut, Siti Baidaus Sholeha menyatakan siap untuk menindaklanjuti, mengawal, dan memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa realisasi sebuah program tidak sepenuhnya berada di tangan DPRD. Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di pihak eksekutif sebagai pemegang kewenangan penganggaran.
“Terima kasih kami sampaikan kepada semuanya terutama pengusul dan yang lain. Kami akan melakukan tindak lanjut sesuai dengan arah usulan yang telah disampaikan,” terangnya.
Related Posts
- No comments have been published yet.


