Reses DPRD Jember, Budi Wicaksono Bahas Pilkades: Bersaing Boleh, Tapi Kerukunan Harus Tetap Dijaga
Reses DPRD Jember, Budi Wicaksono Bahas Pilkades: Bersaing Boleh, Tapi Kerukunan Harus Tetap Dijaga

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027 menjadi salah satu topik utama yang disampaikan anggota DPRD Kabupaten Jember, Budi Wicaksono, saat menggelar Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 di Desa Pecoro, Kecamatan Rambipuji, Jumat, 17 Juli 2026.
Kegiatan reses tersebut menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi sekaligus menyampaikan informasi mengenai agenda-agenda strategis yang akan dihadapi Kabupaten Jember dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah persiapan pelaksanaan Pilkades serentak yang dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027.
Dalam kesempatan itu, Budi menegaskan bahwa Pilkades serentak merupakan agenda strategis yang perlu dipersiapkan sejak dini. Menurutnya, kesiapan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, penyelenggara hingga masyarakat, akan menjadi faktor penting dalam menciptakan proses demokrasi desa yang aman, tertib, dan berkualitas. Dengan persiapan yang matang, diharapkan Pilkades berjalan lancar dan kondusif serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar melaksanakan amanah masyarakat.
“Semoga pemimpin yang dihasilkan dari Pilkades dapat menjadi pengayom rakyat, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.
Karena itu, Budi berharap agar pelaksanaan Pilkades berlangsung secara jujur, adil, dan demokratis sehingga menghasilkan pemimpin yang benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat semangat kebersamaan, serta mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi selama seluruh tahapan pesta demokrasi desa berlangsung.
“Mari kita kawal Pilkades, jaga kekompakan, kerukunan. Bersaing boleh tapi tetap rukun,” urainya sambil mengungkapkan bahwa pada tahun 2027 terdapat 148 desa di Kabupaten Jember yang akan menggelar Pilkades secara serentak.
Selain menyoroti Pilkades, politisi Partai NasDem itu juga memaparkan berbagai program pembangunan daerah yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jember. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui penyampaian aspirasi kepada wakil rakyat.
Ia menilai, forum reses merupakan sarana yang sangat penting karena menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan DPRD. Melalui forum inilah berbagai kebutuhan, persoalan, maupun usulan pembangunan dapat dihimpun untuk kemudian diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan daerah.
“Reses ini adalah satu pintu aspirasi yang mesti dimanfaatkan demi Jember yang lebih baik,” jelasnya.
Budi juga menegaskan komitmennya untuk menampung seluruh aspirasi masyarakat, kemudian menyampaikannya kepada pihak eksekutif agar dapat menjadi perhatian dalam penyusunan program pembangunan. Ia memastikan setiap masukan yang diterima tidak berhenti sebagai catatan semata, tetapi akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD Kabupaten Jember.
“Yang perlu dipahami bahwa pokok-pokok pikiran (pokir) tahun 2026 tidak ada. Aspirasi masyarakat terkait dengan itu (pokir) juga akan disampaikan ke Pemkab Jember,” pungkasnya.
Related Posts
- No comments have been published yet.


