DPRD Jember Sambut Investasi Rp2 Triliun untuk TPA Pakusari, Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Pengelolaan Sampah

DPRD Jember Sambut Investasi Rp2 Triliun untuk TPA Pakusari, Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Pengelolaan Sampah

DPRD JEMBER – Rencana besar Pemerintah Kabupaten Jember untuk membenahi persoalan persampahan mulai menemukan titik terang. Bupati Jember Muhammad Fawait mengungkapkan bakal ada investor yang siap membangun Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pakusari dengan nilai investasi fantastis, yakni berkisar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.

Pembangunan TPA Pakusari tersebut direncanakan dimulai pada tahun ini dan ditargetkan rampung pada 2028. Proyek ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi salah satu tantangan terbesar di Kabupaten Jember.

Anggota Komisi A DPRD Jember, Mufid S.Sos, menyambut baik rencana pembangunan TPA Pakusari dengan nilai investasi yang cukup besar tersebut. Menurutnya, kabar itu menjadi angin segar di tengah ancaman penutupan TPA Pakusari akibat kondisi yang sudah kapasitas yang telah melebihi daya tampung. Bahkan, belakangan ini Jember kerap disebut berada dalam kondisi darurat sampah.

“Saya kira informasi itu cukup melegakan, apalagi saat ini TPA Pakusari sudah kelebihan muatan, sehingga sampah menggunung,” ucapnya di Jember, Rabu, 1 Juli 2026.

Mufid menambahkan, persoalan sampah merupakan masalah yang sangat krusial di Kabupaten Jember. Sebab, volume sampah yang masuk ke TPA Pakusari setiap hari sudah jauh melebihi daya tampung yang tersedia sehingga membutuhkan penanganan yang cepat, terukur, dan berkelanjutan.

Namun demikian, menurutnya, penutup TPA Pakusari juga bukan merupakan solusi. Pasalnya, aktivitas masyarakat setiap hari terus menghasilkan sampah sehingga apabila TPA benar-benar ditutup, persoalan baru justru akan bermunculan dengan risiko yang lebih besar.

“Jadi jangan sampai menyelesaikan masalah tapi muncul masalah baru,” jelasnya.

Karena itu, lanjut Mufid, kabar tentang bakal adanya investor yang siap membangun sekaligus mengelola TPA Pakusari patut disambut dengan optimistis. Kehadiran investor diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah yang lebih modern, tetapi juga mampu menciptakan sistem pengelolaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Meski demikian, ia berharap Pemerintah Kabupaten Jember tetap melibatkan masyarakat, termasuk bank-bank sampah, ketika TPA Pakusari nantinya mulai beroperasi. Dengan demikian, warga tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi dari aktivitas pengelolaan sampah, tetapi juga dapat berkontribusi mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA melalui penguatan budaya pemilahan dan daur ulang.

“Tentu harapan kami masyarakat dilibatkan. Sekarang saja berapa banyak yang hidup dari tumpukan sampah itu,” pungkasnya.