Realisasi Pendapatan OPD Belum Maksimal, Bupati Jember Paparkan Strategi Dongkrak PAD
Realisasi Pendapatan OPD Belum Maksimal, Bupati Jember Paparkan Strategi Dongkrak PAD

DPRD JEMBER – Realisasi pendapatan daerah di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Jember yang ternyata masih jauh di bawah target yang telah ditetapkan menjadi perhatian serius Fraksi PKS dan PDI Perjuangan DPRD Jember. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dievaluasi agar kinerja pendapatan daerah dapat lebih optimal dan mampu menopang pelaksanaan berbagai program pembangunan serta pelayanan publik di Kabupaten Jember.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat paripurna penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap Nota Pengantar Bupati atas enam Raperda usulan Pemerintah Kabupaten Jember, di Gedung DPRD Jember, Senin, 22 Juni 2026. Dalam forum tersebut, sejumlah fraksi memberikan catatan kritis sekaligus masukan kepada pemerintah daerah terkait berbagai aspek pengelolaan keuangan daerah, termasuk optimalisasi sumber-sumber pendapatan.
Menanggapi itu, Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan komitmennya untuk mengupayakan berbagai langkah perbaikan. Upaya tersebut antara lain melalui penyusunan regulasi kebijakan teknis yang lebih detail melalui Peraturan Daerah terkait Penyelenggaraan Jaringan Utilitas Terpadu, serta mengadakan pendataan atau database yang lengkap terkait pemanfaatan maupun penggunaan aset daerah, baik yang telah memiliki izin maupun yang belum.
“Mengoptimalkan upaya sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha mengenai ketentuan pemanfaatan ruang milik jalan serta kewajiban pembayaran retribusi, sehingga tingkat kepatuhan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah dapat terus meningkat, penguatan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang milik jalan, dan penertiban terhadap pelanggaran,” urainya.
Selain itu, Gus Bupati juga menjelaskan bahwa capaian retribusi penjualan benih ikan sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar terhadap jenis dan strain benih ikan yang sangat variatif dan kompetitif. Di sisi lain, secara eksisting indukan yang dimiliki saat ini telah berumur sehingga kualitasnya mengalami penurunan dan berdampak terhadap produktivitas.
Untuk itu, lanjut Gus Bupati, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Jember telah melakukan pengadaan calon indukan jenis nila merah strain Larasati Janti sebagai upaya memperbaiki kualitas indukan ikan yang ada. Nila merah dipilih karena memiliki produktivitas yang unggul serta sesuai dengan kebutuhan para pembudidaya perikanan di Kabupaten Jember.
“Dengan adanya jenis benih baru ini diharapkan mampu meningkatkan retribusi dari sektor penjualan benih ikan,” ucapnya.
Tak hanya itu, Gus Bupati juga menyinggung upaya peningkatan pendapatan Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen mendorong tren peningkatan pendapatan rumah sakit melalui berbagai langkah strategis, salah satunya dengan menambah jumlah dokter spesialis agar kunjungan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin meningkat.
Ia menjelaskan, dari sisi response time pelayanan, pemerintah akan melakukan pengaturan tenaga yang ada untuk mengoptimalkan pelayanan, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, serta membuka Hotline Layanan MASKARA (Masyarakat Kalisat Bersuara) sehingga setiap keluhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.
“Dari Sisi Fasilitas Sarana Prasarana Kesehatan; dengan penambahan sarana prasarana kesehatan, pengembangan pelayanan Klinik Vaksin Internasional dan Klinik Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI),” pungkasnya.
Related Posts
- No comments have been published yet.


