RSD Kalisat Bidik PAD Rp100,8 Miliar, DPRD Jember: Target Harus Diperjuangkan

RSD Kalisat Bidik PAD Rp100,8 Miliar, DPRD Jember: Target Harus Diperjuangkan

 

DPRD JEMBER – Wakil Ketua Komisi D DPRD Jember, Ahmad Rusdan, S.Tp, menyambut positif target Rumah Sakit Daerah (RSD) Kalisat untuk meraih Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp100,8 miliar pada tahun 2027.

Menurut Rusdan, target tersebut tergolong luar biasa, terlebih RSD Kalisat hingga kini masih berstatus rumah sakit kelas C. Namun, apabila angka tersebut telah menjadi kesepakatan antara jajaran pimpinan dan seluruh pegawai RSD Kalisat, maka target itu harus diperjuangkan secara maksimal agar benar-benar dapat direalisasikan.

“Itu luar biasa. Kalau punya cita-cita harus tinggi, tidak apa-apa. Target harus diperjuangkan,” ujarnya saat memimpin Rapat Penyelarasan KUA-PPAS Tahun 2027 bersama RSD Kalisat, Sabtu (22 Agustus 2026).

Rusdan menilai target PAD yang tinggi seharusnya tidak hanya dipandang sebagai angka dalam dokumen perencanaan anggaran. Lebih dari itu, target tersebut harus menjadi energi baru sekaligus pemantik semangat bagi seluruh jajaran RSD Kalisat untuk meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas cakupan layanan, serta mengoptimalkan potensi pendapatan yang dimiliki rumah sakit.

Ia berharap, seluruh pimpinan hingga pegawai RSD Kalisat dapat bekerja dengan strategi yang lebih terukur dan inovatif sehingga target PAD yang telah ditetapkan bukan sekadar ambisi, melainkan dapat diwujudkan melalui kinerja nyata.

“Kalau punya cita-cita besar, maka jalannya jalan yang tidak biasa untuk mencapai itu semua,” tambahnya.

Namun, pandangan berbeda disampaikan anggota Komisi D DPRD Jember, H. Achmad Dhafir Syah, S.Kep. Ia menilai target PAD sebesar Rp100,8 miliar cukup tinggi jika melihat perkembangan pendapatan RSD Kalisat saat ini.

Menurutnya, apabila PAD RSD Kalisat pada 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp60 miliar, maka target yang lebih rasional untuk 2027 berada di kisaran Rp70 miliar. Kenaikan tersebut dinilai sudah cukup signifikan sekaligus realistis untuk dicapai.

“Kalau PAD-nya tetap ditarget seperti itu, bisa mencapai Rp70 miliar atau lebih sedikit, itu sudah pencapaian yang bagus saya rasa,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSD Kalisat, Nurullah, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendongkrak PAD. Salah satunya melalui pengembangan dan diversifikasi layanan kesehatan agar semakin banyak kebutuhan masyarakat yang dapat dilayani di RSD Kalisat.

Sejumlah layanan yang akan dikembangkan antara lain bedah urologi, layanan paru, kulit dan kelamin, serta penambahan tempat tidur bagi pasien hemodialisis.

Pengembangan layanan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat posisi RSD Kalisat sebagai fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Jember bagian timur, tetapi juga membuka ruang peningkatan pendapatan melalui bertambahnya jenis dan kapasitas pelayanan kepada masyarakat.

Selain memperluas layanan medis, RSD Kalisat juga berencana meningkatkan kapasitas pelayanan rawat inap. Penambahan tempat tidur menjadi salah satu bagian penting dari strategi tersebut, mengingat kapasitas tempat tidur berhubungan langsung dengan kemampuan rumah sakit dalam menampung dan memberikan pelayanan kepada pasien.

“Saat ini RSD Kalisat memiliki 112 TT (tempat tidur), dan tahun 2027 direncanakan bertambah menjadi 120 TT,” terang Nurullah.