Polemik Lahan KDMP, Legislator PKS: Lebih Baik Korban Lahan Padi Dari Pada Rumah Warga

Polemik Lahan KDMP, Legislator PKS: Lebih Baik Korban Lahan Padi Dari Pada Rumah Warga

DPRD JEMBER – Polemik pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember, legislator PKS meminta lebih mementingkan pemukiman warga dari pada tanaman.

“Menurut saya lebih baik yang dikorbankan tanaman padi, dari pada yang ditanami (ditempati) manusia,” kata Legislator PKS, Nurhasan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi A DPRD Jember, Kamis (13 Agustus 2026).

Awalnya, rencana pembangunan KDMP Jatimulyo menggusur sembilan rumah yang ditempati warga. Setelah ada penolakan, lahan KDMP dipindah ke lahan lain yang informasinya merupakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD) atau tidak bisa dibangun.

Karena menuai polemik, Nurhasan memberikan gambaran dimana sepengetahuannya ada 100 ribu hektar posisi sawah yang bisa ditanami dan yang ditetapkan tidak bisa digunakan atau dibangun 87 ribu hektar.

“Tapi ada dua versi, ada 82 ribu dan 83 ribu. Karena waktu pembahasan RPJMD menjadi bahan. Karena kalau 100 ribu ditetapkan LSD semua, maka tidak ada yang bagun rumah,” ungkapnya.

“Perumahan-perumahan rata-rata sawah yang dibangun, dan itu prosesnya sangat cepat. Maka sawah produktif banyak yang dibangun,” lanjutnya.

Sedangkan untuk lahan KDMP yang merupakan program Presiden Prabowo hanya berkisar seribu meter persegi dan bukan hektaran. Sedangkan di Jember, banyak pengembang perumahan menguasai lahan LSD.

“Termasuk hari ini yang dikuasai pengembang perumahan, sawah yang mungkin tiga tahun lagi akan menjadi sebuah perumahan. Karena sawahnya tidak ditanami, karena selama tidak ditanami 3 tahun maka bisa dialihfungsikan,” bebernya.

Sehingga menurut Anggota Komisi A DPRD Jember tersebut, keberadaan LSD masih gamang dan hanya berupa foto hijau. Bahkan saat ini banyak masyarakat yang membangun rumah atau lainnya di sawah produktif.

“Itu untuk ke untuk kepentingan swasta dan bisnis. Tapi untuk kepentingan negara, seharusnya bisa di maklumi. Jadi menurut saya, lahan KDMP yang dibutuhkan 300 meter persegi atau seribu meter persegi itu sedikit,” akunya.

Nurhasan menyarankan, untuk pembangunan KDMP jangan sampai menggusur rumah warga, lebih baik menggunakan lahan yang produktif, mengingat KDMP program utama presiden.

Bahkan ia melihat, di wilayah Rambipuji lahan hijau dibangun perumahan. “Jadi belum tentu yang warna hijau LSD,” pungkasnya.