Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Dukung Program Homecare, Hanan Kukuh Ratmono Minta Layanan Kesehatan Beroperasi 24 Jam
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember Dukung Program Home care, Hanan Kukuh Ratmono Minta Layanan Kesehatan Beroperasi 24 Jam

DPRD JEMBER – Program Homecare yang tengah dipersiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mendapat dukungan dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono S.Pi.
Menurutnya, layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas pemerataan akses pelayanan medis, terutama bagi warga yang kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan (faskes).
Hanan mengatakan, kehadiran program Home care akan memudahkan masyarakat yang memiliki keterbatasan mobilitas untuk tetap memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus datang ke puskesmas maupun rumah sakit.
“Jadi bagi masyarakat yang tidak bisa ke faskes bisa didatangi langsung oleh dokter, untuk dirawat dan diberikan pelayanan kesehatan,” kata Hanan saat dikonfirmasi, Sabtu (18 Juli 2026).
Ia menjelaskan, layanan Home care tidak diperuntukkan bagi seluruh masyarakat, melainkan diprioritaskan bagi kelompok rentan yang memang membutuhkan penanganan medis di rumah. Sasaran program tersebut meliputi anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, penyandang disabilitas, hingga pasien dengan penyakit kronis.
Menurut Hanan, kebijakan tersebut penting agar pelayanan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan oleh warga yang memiliki keterbatasan untuk mengakses layanan kesehatan secara langsung.
“Sehingga tidak semua, memang dikhususkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan layanan kesehatan dan tidak bisa pergi ke faskes,” ujarnya.
Selain itu, legislator Partai Gerindra tersebut menilai keberhasilan program Homecare sangat bergantung pada koordinasi yang baik antara puskesmas dengan pemerintah desa.
Sinergi tersebut diperlukan agar petugas kesehatan dapat bergerak cepat ketika menerima laporan adanya warga yang membutuhkan pelayanan.
Ia menambahkan, perangkat desa diharapkan turut membantu proses pendataan serta memudahkan tenaga kesehatan menemukan alamat pasien yang akan mendapatkan layanan.
“Tinggal eksekusinya saja nanti bisa segera, sehingga petugasnya tidak kebingungan dalam mencari alamat dari warga yang membutuhkan layanan kesehatan tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Hanan berharap Pemkab Jember dapat mengoperasikan layanan Home care selama 24 jam. Menurutnya, kebutuhan akan pertolongan medis tidak mengenal waktu sehingga masyarakat harus tetap bisa memperoleh layanan ketika terjadi kondisi darurat.
“Kami meminta agar layanan ini beroperasi selama 24 jam, karena persoalan pertolongan dan layanan kesehatan dibutuhkan sewaktu-waktu,” tegasnya.
Tak hanya itu, Hanan juga mendorong agar cakupan layanan Home care menjangkau daerah-daerah pelosok di Kabupaten Jember. Ia menilai masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga keberadaan Home care akan sangat membantu.
“Semoga layanan ini bisa menyasar plosok desa, karena biasanya mereka yang akan berobat harus menempuh jarak yang cukup jauh,” pungkasnya.
Related Posts
- No comments have been published yet.


