Kawal Protes Pinjaman Rp786 Miliar, DPRD Jember Siap Tindak Lanjuti Tuntutan Massa
Kawal Protes Pinjaman Rp786 Miliar, DPRD Jember Siap Tindak Lanjuti Tuntutan Massa

DPRD JEMBER – Jajaran legislatif Kabupaten Jember memberikan tanggapan cepat atas aksi unjuk rasa massa yang menolak rencana pinjaman daerah senilai Rp786 miliar oleh Pemkab Jember.
Gelombang demonstrasi yang berlangsung di depan gedung DPRD Kabupaten Jember pada Senin (9 Agustus 2026) tersebut berakhir dengan mediasi bersama para wakil rakyat.
Aksi massa yang diinisiasi oleh Forum Komunikasi Masyarakat Cinta Jember (FKMCJ) bersama kelompok Laskar Jahanam sempat memanas di luar gedung.
Meski demikian, situasi kembali kondusif setelah utusan peserta unjuk rasa dipersilakan masuk ke ruang rapat DPRD Jember untuk menyalurkan aspirasinya.
Sikap Terbuka dan Pengawasan Ketat Legislatif
Anggota DPRD Kabupaten Jember dari Fraksi Gerindra, Ardi Pujo Prabowo, hadir langsung sebagai salah satu wakil rakyat yang menerima dan mencermati secara detail poin-poin keberatan masyarakat.
Ia menyatakan bahwa lembaga legislatif pada prinsipnya bersikap terbuka terhadap masukan publik demi perbaikan tata kelola keuangan daerah.
“Kami di DPRD Jember pada prinsipnya menyambut baik masukan dari masyarakat. Aspirasi terkait penolakan usulan pinjaman daerah, evaluasi SiLPA, hingga efisiensi anggaran ini tentu menjadi catatan kritis yang akan kami kawal dalam pembahasan bersama pimpinan dewan dan fraksi-fraksi,” tegas Ardi Pujo saat ditemui awak media di lokasi.
Secara tidak langsung, politisi dari Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa pihak dewan tidak akan berdiam diri melihat keresahan elemen masyarakat.
Ia menekankan bahwa kelompok rentan dan kalangan petani membutuhkan perhatian serius melalui pembenahan kebijakan pembangunan.
“DPRD wajib menjalankan fungsi pengawasan agar penggunaan anggaran daerah fokus pada pemenuhan kebutuhan rakyat ketimbang agenda seremonial belaka,” imbuhnya.
Poin Tuntutan dan Kehadiran Lintas Fraksi
Audiensi yang berlangsung hangat tersebut turut dihadiri oleh pimpinan dan anggota lintas fraksi DPRD Jember.
Selain Ketua Fraksi Gerindra Hanan Kukuh Ratmono, hadir pula perwakilan legislator lain seperti David Handoko Seto dari Fraksi Nasdem, Alfan Yusfi dari Fraksi PDIP, serta Nurhuda Candra Hidayat dari Fraksi PKB.
Para legislator ini mendengarkan pemaparan tuntutan yang disampaikan oleh Koordinator Aksi FKMCJ, Jumantoro. Dalam orasinya, massa mendesak Bupati Jember untuk membatalkan usulan penarikan utang bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.
Selain itu, mereka menuntut penghentian kegiatan bernuansa hura-hura yang menguras kas daerah, mendorong efisiensi APBD, serta meminta pembubaran Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D).
Langkah Lanjutan di Lembaga Legislatif
Menanggapi berbagai desakan tersebut, Ardi Pujo berjanji akan menyerahkan berkas resmi berisi poin tuntutan beserta pakta integritas yang disodorkan massa ke meja pimpinan DPRD Jember.
Ia memastikan dokumen tersebut akan diproses dan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme serta prosedur kelembagaan yang berlaku di dewan.***
Related Posts
- No comments have been published yet.


