Tanggulangi Kelangkaan Berulang, Jember Siapkan Depo Penyangga BBM Pasokan Surabaya
Tanggulangi Kelangkaan Berulang, Jember Siapkan Depo Penyangga BBM Pasokan Surabaya

DPRD JEMBER – Berulangnya krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga tiga kali dalam kurun waktu kurang dari setahun mendorong langkah cepat Pemerintah Kabupaten dan DPRD Jember. Lemahnya jaringan logistik teridentifikasi sebagai pemicu utama tersendatnya ketersediaan energi di kawasan tersebut.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, S.Pi, mengungkapkan bahwa ketergantungan penuh pada pasokan Depo Pertamina Banyuwangi menjadi simpul masalah.
Status Jember sebagai daerah dengan populasi terbanyak ketiga di Jawa Timur berimplikasi langsung pada tingginya konsumsi BBM harian.
“Dalam masa tidak sampai satu tahun ini sudah ada tiga kali fenomena kelangkaan. Hasil mitigasi menunjukkan masalahnya hampir sama, yaitu masalah distribusi. Jember dengan jumlah penduduk ketiga terbesar di Jawa Timur butuh BBM sangat besar, cuma distribusinya sangat bergantung pada Banyuwangi,” kata Hanan saat dikonfirmasi, Kamis (17 September 2026).
Hanan menjelaskan bahwa kerap muncul gangguan di perlintasan darat Banyuwangi – Jember. Ancaman bencana longsor di Gunung Gumitir serta potensi kemacetan berulang kali menghentikan perjalanan mobil tangki pengangkut BBM. Sementara itu, opsi pengalihan rute memutar melalui Situbondo dinilai memakan waktu terlalu lama.
Guna mengatasi persoalan tersebut, DPRD Jember bersama Pertamina dan BPH Migas merumuskan opsi pembangunan hub atau depo penampungan sementara di wilayah Jember Barat.
“Tempat penyimpanan bernilai strategis ini dirancang menyimpan cadangan BBM selama satu hingga dua hari dengan pasokan langsung dari Surabaya, serta diproyeksikan sebagai penyangga stok darurat untuk Kabupaten Bondowoso dan Lumajang,” imbuhnya.
“Jember itu butuh langkah-langkah untuk mengurai atau mengurangi hasil mitigasi tersebut. Salah satunya, Jember butuh semacam hub atau depo sementara yang ada cadangan untuk satu kali distribusi. Ketika ada apa-apa dengan distribusi, tidak tiba-tiba semua BBM itu langka,” tutur Hanan.
Skema pengiriman dari Surabaya kini memfokuskan pada dua alternatif moda transportasi, yakni armada truk tangki lintas jalan nasional atau pemanfaatan jalur kereta api di area bekas stasiun peti kemas Stasiun Rambipuji.
Meski pengiriman moda rel dinilai amat cepat, penerapannya membutuhkan proses koordinasi antar instansi yang tergolong rumit. Sebaliknya, moda truk darat dapat direalisasikan lebih cepat walau durasi perjalanannya memakan waktu sekitar 9 sampai 10 jam.
DPRD bersama Bupati Jember menegaskan komitmen penuh untuk memangkas proses birokrasi, termasuk melayangkan surat permohonan resmi yang melampirkan titik calon lokasi hub penampungan sementara tersebut.***
Related Posts
- No comments have been published yet.


