Demi Dongkrak PAD, Jembrana Intip Pengalaman Jember Terapkan Parkir Berlangganan

Demi Dongkrak PAD, Jembrana Intip Pengalaman Jember Terapkan Parkir Berlangganan

DPRD JEMBER – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, melakukan kunjungan kerja ke DPRD Jember, Senin (21 September 2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda studi banding, khususnya dalam menggali pengalaman dan referensi terkait proses penyusunan serta pembentukan rancangan peraturan daerah (Raperda).

Rombongan Bapemperda Jembrana dipimpin langsung oleh Ketua Bapemperda Jembrana, Hasbil Ma’ani. Kedatangan mereka diterima oleh jajaran Bapemperda DPRD Jember di ruang Banmus.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengungkapkan, kunjungan tim Bapemperda Jembrana ke Jember dimaksudkan untuk melakukan studi banding kepada Bapemperda Kabupaten Jember, terutama dalam menyusun dan membentuk Raperda.

“Karena kami lagi pembahasan Raperda untuk tahun 2027 dengan eksekutif,” ujarnya.

Hasbil Ma’ani menambahkan, Bapemperda Jembrana tengah menyiapkan sejumlah regulasi yang dinilai strategis untuk memperkuat pendapatan daerah. Di antaranya adalah rencana pembentukan Perda Reklame dan Perda Parkir Berlangganan.

Menurutnya, kedua regulasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari sektor reklame dan pajak kendaraan bermotor.

Dalam konteks parkir berlangganan, Jember dipandang memiliki pengalaman yang relevan untuk dipelajari. Terlebih, Kabupaten Jember telah memiliki pengalaman dalam menerapkan skema parkir berlangganan.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan Bapemperda Jembrana memilih Jember sebagai lokasi studi banding. Mereka ingin mengetahui bagaimana mekanisme penerapan parkir berlangganan, manfaat yang diperoleh, hingga strategi agar kebijakan tersebut benar-benar memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD.

“Apa keuntungan parkir berlangganan, kemudian bagaimana caranya agar parkir berlangganan efektif menaikkan PAD, dan sebagainya. Itu ‘kan perlu belajar,” jelasnya.

Hasbil Ma’ani menuturkan, pemilihan Jember sebagai lokasi studi banding tidak semata-mata didasarkan pada faktor geografis. Menurutnya, Jember juga memiliki sejumlah dinamika pemerintahan dan kebijakan daerah yang belakangan cukup mendapat perhatian publik.

Dinamika tersebut, kata dia, turut menjadi pertimbangan rombongan Bapemperda Jembrana untuk datang dan melihat secara langsung sejumlah kebijakan yang tengah berjalan di Kabupaten Jember.

“Salah satunya soal rencana pinjaman dana, dan ramai soal warna (pink) juga,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan Bapemperda Jembrana berjumlah 10 orang. Mereka diterima langsung oleh Ketua Bapemperda DPRD Jember, Hanan Kukuh Ratmono, didampingi Sujarwo Adiono sebagai anggota.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman antara kedua daerah, khususnya dalam hal pembentukan regulasi daerah. Selain membahas proses penyusunan Raperda, diskusi juga diarahkan pada pengalaman penerapan kebijakan parkir berlangganan yang tengah menjadi perhatian Bapemperda Jembrana.

“Kami terima kasih telah dikunjungi. Kebetulan Jember tak lama lagi mau menerapkan parkir berlangganan, tinggal menunggu perbubnya. Insyaallah tahun ini juga diterapkan parkir berlangganan itu,” ucap Hanan.