Fraksi Golkar Amanah Minta RSD Balung Diperkuat, Kurangi Ketergantungan Warga ke Rumah Sakit Kota

Fraksi Golkar Amanah Minta RSD Balung Diperkuat, Kurangi Ketergantungan Warga ke Rumah Sakit Kota

DPRD JEMBER – Fraksi Golkar Amanah DPRD Jember terus memberikan dukungan sekaligus perhatian khusus terhadap upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember dalam memperkuat fasilitas dan kualitas pelayanan kesehatan.

Bagi Fraksi Golkar Amanah, kesehatan bukan sekadar bagian dari pelayanan publik, melainkan hak dasar masyarakat yang wajib dipenuhi dan dijamin melalui pelayanan yang mudah dijangkau, berkualitas, serta berkeadilan.

Hal tersebut diungkapkan oleh juru bicara Fraksi Golkar Amanah, Nilam Noor Fadilah Wulandari, dalam Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Akhir Fraksi-Fraksi terhadap Raperda tentang Perubahan APBD Tahun 2026 di Gedung DPRD Jember, Senin (14 September 2026).

Nilam menginginkan agar penguatan fasilitas pelayanan kesehatan terus ditingkatkan. Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai akan memberikan rasa nyaman dan aman kepada masyarakat, terutama ketika mereka berada dalam kondisi membutuhkan penanganan medis yang cepat dan berkualitas.

Karena itu, perhatian terhadap fasilitas kesehatan perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya menyangkut pembangunan dan kelengkapan sarana prasarana, tetapi juga ketersediaan peralatan medis, kapasitas layanan, hingga dukungan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten Jember untuk terus memperluas dan memperlengkap fasilitas pelayanan di seluruh Rumah Sakit Daerah (RSD) Kabupaten Jember, baik dari sisi sarana prasarana, ketersediaan peralatan medis, peningkatan kapasitas layanan, maupun pemenuhan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten,” urainya.

Secara khusus, Fraksi Golkar Amanah memberikan perhatian terhadap pengembangan RSD Balung sebagai salah satu pusat pelayanan kesehatan strategis di wilayah selatan Kabupaten Jember. Menurut Nilam, posisi RSD Balung memiliki arti penting dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah selatan dan sekitarnya.

Penguatan RSD Balung diharapkan dapat mengurangi kesenjangan akses pelayanan kesehatan antara masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan dengan mereka yang berada di wilayah selatan. Dengan fasilitas dan layanan yang semakin lengkap, masyarakat tidak harus selalu menuju rumah sakit yang berada di pusat kota ketika membutuhkan pelayanan kesehatan tertentu.

Kata Nilam, RSD Balung harus terus didorong agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sehingga mereka tidak terlalu bergantung rumah sakit yang ada di kota.

“Pemerintah daerah perlu melakukan penguatan fasilitas, penambahan layanan unggulan, peningkatan kapasitas ruang pelayanan, serta memastikan ketersediaan alat kesehatan yang memadai agar masyarakat tidak selalu bergantung kepada fasilitas kesehatan di wilayah perkotaan,” jelasnya.

Dalam pandangan Nilam, pembangunan fasilitas kesehatan tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan kesehatan harus menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah dijangkau, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat Jember.

Rumah sakit daerah, lanjutnya, harus mampu berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan yang tidak hanya memiliki gedung dan peralatan memadai, tetapi juga ditopang tenaga kesehatan yang profesional serta sistem pelayanan yang mampu merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan tepat.

“Kehadiran rumah sakit daerah yang kuat akan menjadi simbol nyata keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya.