TKD Jember Bertambah Rp223,12 Miliar, Fraksi PPP Soroti Data Desil dan Seleksi Beasiswa Cinta Bergema

TKD Jember Bertambah Rp223,12 Miliar, Fraksi PPP Soroti Data Desil dan Seleksi Beasiswa Cinta Bergema

DPRD JEMBER – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mendapat tambahan dana transfer dari pemerintah pusat melalui penyesuaian alokasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) sebesar Rp223,12 miliar. Tambahan anggaran tersebut masuk dalam Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dan direncanakan untuk mendukung lima program prioritas pemerintah daerah.

Dari sejumlah program tersebut, dua di antaranya diarahkan untuk memperkuat agenda pengentasan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tambahan anggaran tersebut mendapat perhatian dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Jember. Fraksi PPP berharap tambahan dana tersebut benar-benar dikelola secara tepat sasaran, khususnya untuk program penanganan kemiskinan dan perlindungan sosial.

Juru bicara Fraksi PPP, Siti Baidaus Sholeha, S.Pd., M.Pd., menilai akurasi data penerima manfaat menjadi salah satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Menurutnya, ketepatan data menjadi fondasi agar intervensi pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Ia menyebut, hingga kini masih terdapat dinamika ketidaksesuaian data penetapan Desil 1 hingga Desil 4 pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun data P3KE. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan dalam penyaluran berbagai program bantuan pemerintah. Di lapangan, kata dia, masih ditemukan warga yang secara kondisi riil tergolong sangat miskin, namun justru tercatat dalam desil yang lebih tinggi sehingga berpotensi tidak mendapatkan bantuan. Sebaliknya, terdapat pula warga yang secara ekonomi relatif mampu tetapi masih tercatat sebagai bagian dari kelompok penerima bantuan.

“Bagaimana langkah konkret Pemerintah Daerah melalui OPD terkait dalam melakukan validasi, verifikasi, dan pemutakhiran data secara berkala (ground-checking) untuk menyelaraskan ketidaksesuaian desil tersebut?” tanya Siti Baidaus Sholeha saat menyampaikan Pandangan Umum Fraksi PPP Terhadap Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Jember Tahun Anggaran 2026 dalam paripurna di gedung DPRD Jember, Jumat (4 September 2026).

Menurutnya, persoalan akurasi data bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut keadilan dalam memastikan masyarakat memperoleh hak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Karena itu, proses validasi dan verifikasi secara berkala dinilai penting untuk memastikan data penerima manfaat selalu sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Dalam kesempatan itu, Fraksi PPP juga menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan Program Beasiswa Cinta Bergema sebagai langkah investasi strategis pembangunan sumber daya manusia yang sangat inklusif bagi generasi muda, khususnya melalui pembukaan jalur khusus bagi santri, hafiz Qur’an, hingga anak perangkat desa dan kader posyandu. Kendati demikian, demi menjamin asas keadilan, kepastian hukum, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah, Fraksi PPP memberikan catatan tegas bahwasanya Pemerintah Daerah wajib menyusun mekanisme verifikasi faktual dan penetapan indikator transparansi seleksi yang objektif dalam menentukan penerima beasiswa guna memastikan kelayakan sasaran serta membersihkan prosesnya dari segala bentuk intervensi.

Lebih jauh, Fraksi PPP juga menekankan pentingnya sistem pemadanan data yang kuat dan terintegrasi. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya penerimaan bantuan ganda atau double funding, khususnya dengan program KIP-Kuliah.

Tidak hanya soal ketepatan sasaran, keberlanjutan pembiayaan juga menjadi perhatian Fraksi PPP. Pemerintah daerah diharapkan memastikan mekanisme pencairan bantuan pendidikan berjalan tepat waktu sehingga penerima tidak menghadapi kendala pembiayaan di tengah masa studi.

“Sekaligus menjamin ketepatan waktu serta keberlanjutan skema pencairan dana UKT maupun living cost secara berkesinambungan hingga seluruh mahasiswa penerima manfaat berhasil menyelesaikan masa studinya,” pungkasnya Siti Baidaus Sholeha.