Gerindra Inginkan Percepatan Infrastruktur hingga Wilayah Perbatasan

Gerindra Inginkan Percepatan Infrastruktur hingga Wilayah Perbatasan

DPRD JEMBER  – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Jember mendorong agar tambahan ruang fiskal dalam Perubahan APBD 2026 dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Pemerataan infrastruktur hingga pelosok desa dan kawasan perbatasan menjadi salah satu perhatian utama dalam pandangan umum fraksi.

Pandangan tersebut disampaikan juru bicara Fraksi Gerindra Alfian Andri Wijaya, S.H, dalam sidang paripurna Pandangan umum terkait Nota Pengantar Rancangan Perubahan APBD 2026, di gedung DPRD Kabupaten Jember, 4 September 2026. Fraksi Gerindra menilai perubahan kondisi fiskal daerah memberikan peluang lebih besar bagi Pemerintah Kabupaten Jember untuk memperkuat pembangunan. Salah satu faktor yang mendapat apresiasi ialah keberhasilan pemerintah daerah memperoleh kembali dana transfer pusat sebesar Rp223,12 miliar.

Alfian menegaskan, tambahan dana tersebut memberikan ruang fiskal yang lebih luas bagi Kabupaten Jember dalam menjalankan program pembangunan. Fraksi Gerindra memandang langkah tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah menyesuaikan kondisi keuangan dengan kebutuhan pembangunan.

Selain tambahan transfer pusat, Fraksi Gerindra juga memberikan dukungan terhadap sejumlah langkah korektif dalam Rancangan Perubahan APBD 2026. Alfian menyebutkan di antaranya rasionalisasi anggaran rutin, optimalisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran atau SiLPA, serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui pengaktifan kembali skema retribusi parkir.

Peningkatan belanja modal, kata Alfian, menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian positif. Dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, belanja modal meningkat 66,31 persen menjadi Rp667,87 miliar. Kenaikan tersebut dinilai membuka ruang lebih besar untuk memperkuat pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat. Fraksi Gerindra memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan jalan dan penerangan jalan umum atau PJU.

Alfian berharap penanganan kerusakan jalan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan tepat sasaran. Kualitas pembangunan juga menjadi perhatian agar infrastruktur yang dibangun dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi masyarakat. Selain infrastruktur, Fraksi Gerindra mengapresiasi alokasi anggaran untuk program pengentasan kemiskinan dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia. Pengelolaan APBD dinilai perlu terus diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung.

Pemerataan pembangunan menjadi agenda lain yang ditekankan Fraksi Gerindra. Alfian mengingatkan, pembangunan tidak diharapkan hanya terkonsentrasi di ibu kota kabupaten maupun ibu kota kecamatan, tetapi juga menjangkau desa-desa dan wilayah pelosok Jember. Kawasan perbatasan dengan kabupaten lain turut menjadi perhatian. Fraksi Gerindra mendorong agar pembangunan dan pemeliharaan jalan desa, terutama di wilayah barat dan utara Jember, mendapat prioritas. Peningkatan akses jalan di kawasan tersebut dinilai dapat membuka akses ekonomi sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian. Dengan konektivitas yang semakin baik, pembangunan infrastruktur diharapkan turut menciptakan dampak berantai terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Fraksi Gerindra juga menekankan pentingnya prinsip efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Jalan, PJU dan ruang publik menjadi bagian dari pembangunan yang perlu dikelola dengan mempertimbangkan manfaat serta kebutuhan masyarakat. Dukungan terhadap penggunaan pendapatan tambahan diarahkan pada program yang memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang mampu menimbulkan efek pengganda bagi perekonomian. Orientasi tersebut juga ditempatkan dalam kerangka pengentasan kemiskinan. Pemerataan pembangunan hingga desa dan pelosok diharapkan dapat memperbesar perputaran ekonomi masyarakat, termasuk melalui peningkatan akses distribusi hasil pertanian.

Dalam pandangan Fraksi Gerindra, perubahan APBD 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dukungan terhadap peningkatan belanja modal, penguatan infrastruktur, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi bagian dari arah yang perlu dijaga dalam pembahasan anggaran. Fraksi Gerindra berharap pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2026 berlangsung konstruktif dan lancar. Seluruh kebijakan anggaran diharapkan dapat memperkuat pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jember. []