Komisi B DPRD Jember Soroti Manajemen Pasar Bangsalsari, Minta Kepala Pasar Diregenerasi

Komisi B DPRD Jember Soroti Manajemen Pasar Bangsalsari, Minta Kepala Pasar Diregenerasi

DPRD JEMBER – Anggota Komisi B DPRD Jember, Hasan Basuki, S.H, meminta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember melakukan pembenahan dan penataan manajemen Pasar Bangsalsari secara lebih profesional. Salah satu langkah yang dinilai perlu dilakukan adalah regenerasi kepala pasar yang sudah cukup lama menduduki jabatan tersebut.

Menurut Basuki, penyegaran kepemimpinan diperlukan agar pengelolaan pasar berjalan lebih dinamis, pembagian tugas antarpersonel semakin proporsional, serta suasana kerja di lingkungan pasar menjadi lebih sehat dan kondusif.

“Kalau tdiak salah sudah 8 atau 10 tahun dia bertugas sebagai kepala pasar (Bangsalsari),” ujarnya saat rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Perubahan, di ruang Komisi A DPRD Jember, Selasa (18 Agustus 2026).

Basuki mengungkapkan, dirinya menerima sejumlah keluhan dari masyarakat terkait pola pengelolaan Pasar Bangsalsari. Salah satu yang menjadi sorotan adalah adanya dugaan monopoli terhadap berbagai pekerjaan di lingkungan pasar, termasuk dalam hal penarikan retribusi dari para pedagang.

Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi membuat pembagian pekerjaan kepada petugas pasar lainnya menjadi tidak optimal. Karena itu, ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pasar agar setiap petugas dapat menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnya.

“Mohon diregenerasi nanti biar suasana lebih nyaman di lingkungan pasar dengan staf-stafnya itu biar kerjanya juga lebih semangat dengan kepala yang baru, mungkin,” pintanya.

Tak hanya soal manajemen, Basuki juga menyoroti persoalan infrastruktur Pasar Bangsalsari, khususnya sistem drainase. Ia meminta Diskopumdag memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut karena kondisi drainase yang kurang memadai membuat air hujan meluber ke area pasar.

Menurutnya, genangan air tidak hanya mengganggu kenyamanan aktivitas jual beli, tetapi juga dapat membuat lingkungan pasar menjadi becek dan berpotensi mengurangi kenyamanan para pedagang maupun masyarakat yang datang berbelanja.

Basuki menilai pembangunan atap pasar yang cukup baik tidak akan sepenuhnya menyelesaikan persoalan apabila sistem drainase tidak dibenahi. Sebab, ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, air tetap berpotensi masuk dan menggenangi area pasar.

“Walaupun atapnya selesai tapi pasar banjir terus ‘kan kasiha pedagangnya,” jelasnya.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Diskopumdag Kabupaten Jember, Sartini, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat yang disampaikan melalui anggota DPRD.

Sartini memastikan bahwa usulan mengenai regenerasi kepala Pasar Bangsalsari akan menjadi perhatian. Sementara untuk persoalan drainase, pihaknya menyatakan siap melakukan pembenahan sepanjang dukungan anggaran tersedia.

“Soal regenerasi kepala siap. Sedangkan mengenai drainase yang penting aggarannya cukup,” terangnya.

Pernyataan tersebut membuka ruang bagi pembenahan Pasar Bangsalsari secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi fisik, tetapi juga tata kelola dan sumber daya manusia. Dengan manajemen yang lebih tertata, pembagian tugas yang jelas, serta infrastruktur pendukung yang memadai, pasar diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik dan menciptakan suasana perdagangan yang nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.