Komisi C Dorong Perumda Perkebunan Kahyangan Kembangkan Wisata dan Potensi Lahan

Komisi C Dorong Perumda Perkebunan Kahyangan Kembangkan Wisata dan Potensi Lahan

DPRD JEMBER – Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan Jember dinilai memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat sumber pendapatan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

Sekretaris Komisi C DPRD Kabupaten Jember sekaligus Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat, David Handoko Seto, menyampaikan sejumlah gagasan pengembangan tersebut saat rapat bersama direksi Perusahaan Umum Daerah Perkebunan Kahyangan di gedung parlemen, 15 Agustus 2026.

David melihat kawasan perkebunan memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata dengan memanfaatkan kondisi alam yang telah tersedia. Potensi berupa hutan, sungai, air terjun hingga kawasan perkebunan dapat dikemas dalam konsep wisata yang terintegrasi.

Menurut David, pengembangan wisata dapat diawali dengan penerapan sistem tiket. Kawasan tersebut kemudian dapat dilengkapi dengan berbagai aktivitas pendukung, termasuk penggunaan kendaraan Jeep untuk menjangkau sejumlah lokasi.

Konsep tersebut dinilai dapat membuka ruang pertumbuhan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah. Kehadiran wisatawan berpotensi mendorong berkembangnya usaha makanan, suvenir, kaus, stiker, serta berbagai kebutuhan wisata lainnya.

David juga mendorong adanya kerja sama dengan pihak yang berkaitan dengan kawasan perkebunan. Salah satunya melalui fasilitasi pertemuan dengan Perhutani ketika terdapat kepentingan yang bersinggungan, termasuk penanganan pohon kopi yang perlu ditebang untuk kebutuhan pelebaran jalan.

Pengembangan wisata juga dapat diintegrasikan dengan agen perjalanan. Kawasan Perumda Perkebunan Kahyangan berpeluang menjadi bagian dari paket perjalanan wisata yang menghubungkan sejumlah destinasi, sehingga wisatawan memiliki alternatif aktivitas selama berada di Jember.

David menilai potensi tersebut layak dikaji meskipun bukan merupakan bisnis utama Perumda Perkebunan Kahyangan. Pengembangannya membutuhkan komitmen bersama dari jajaran direksi, manajemen, hingga staf agar gagasan yang disusun dapat diwujudkan secara optimal.

Selain wisata, David mengingatkan adanya potensi usaha perkebunan yang sebelumnya pernah dikembangkan tetapi kemudian tidak berlanjut. Salah satunya tanaman Seriwangi yang pernah memiliki pasar dan sempat didukung dengan pembangunan alat penyulingan melalui pembiayaan PDP.

Potensi lain yang disoroti adalah pengembangan tanaman sayuran sebagai bagian dari destinasi wisata. Konsep wisata petik hasil pertanian dapat menjadi pilihan dengan menyesuaikan jenis tanaman yang cocok dengan kondisi kawasan perkebunan.

David juga mengusulkan pemanfaatan lahan yang belum digunakan untuk pengembangan tanaman kelor. Menurutnya, kelor memiliki peluang pasar dan dapat dikembangkan dengan kebutuhan modal yang relatif minim.

Gagasan tersebut dapat melibatkan karyawan PDP Kahyangan yang jumlahnya sekitar 1.400 orang. Penanaman kelor di lahan yang memungkinkan, termasuk di sekitar rumah karyawan, dinilai dapat menjadi langkah sederhana untuk mengoptimalkan lahan sekaligus memberikan manfaat lingkungan.

Selain menghasilkan tanaman yang dapat dipanen, daun kelor yang gugur juga dapat menjadi bahan pupuk organik. Dengan demikian, pemanfaatannya tidak hanya berorientasi pada hasil ekonomi, tetapi juga dapat mendukung pemanfaatan lahan secara berkelanjutan.

David menyebut potensi pasar kelor juga terbuka hingga kebutuhan ekspor. Karena itu, pengembangan dalam skala lebih besar di lahan Perumda Perkebunan Kahyangan dapat menjadi salah satu peluang yang perlu dikaji lebih lanjut.

Berbagai gagasan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan kajian bagi Perumda Perkebunan Kahyangan untuk memperluas pemanfaatan potensi yang dimiliki dan mendukung pencapaian target perusahaan. []